Hari Kartini Bukan Untuk Wanita Sosial di Era Modern

Hari Kartini Bukan Untuk Wanita Sosial di Era Modern  - Tepatnya hari ini yaitu tanggal 21 April adalah Hari Kartini, kenapa harus diperingati ? karena pada zaman dahulu ada seorang tokoh yang bernama Raden Adjeng Kartini atau biasa kita dengar yaitu R.A Kartini yang telah membawa kembali emansipasi wanita diera penjajahan, jadi untuk itu kita harus memperingati setiap tanggal 21 April yaitu Hari Kartini.




kali ini masegi akan menulis artikel dengan judul Hari Kartini bukan untuk wanita sosial diera modern, mungkin pada bertanya kenapa sih judulnya bukan untuk wanita sosial diera modern ? kenapa judulnya ga diganti untuk wanita seluruh Indonesia ? oke untuk menjawab rasa penasaran pembaca yang sudah repot-repot buka artikel ini masegi akan memberi penjelasannya .

Jadi pada zaman modern ini banyak wanita-wanita diusia muda maupun tua baik yang masih ABG atau yang sudah dewasa tidak tahu apa arti sebenarnya Hari Kartini karena sudah dibutakan oleh zaman diera modern, masegi sangat prihatin banyak wanita-wanita yang masih dibangku sekolah lebih mementingkan pacaran dibandingkan pelajaran, banyak wanita-wanita ABG yang rela keluyuran malam dibandingkan sholat malam, banyak wanita yang lebih memilih memegang tangan pacarnya dibandingkan memegang Al-Quran, mungkin tidak semua wanita seperti itu hanya sekitar 70% yang seperti masegi jelaskan tetapi disini kita memberikan fakta,masegi bukan iri kepada mereka yang sudah mempunyai pacar tetapi sangat prihatin kepada mereka, untuk itu masegi harap kita harus melihat kebelakang bagaimana seorang tokoh R.A Kartini yang rela berjuang untuk membawa kembali emansipasi wanita di Indonesia.
Jadi ? apa kita khususnya wanita akan terus menerus mengecawakan perjuangan R.A kartini di zaman dahulu dengan merusaknya kepribadian wanita di era modern ini ? mari kita renungkanlah sejenak bagi kalian yang telah membaca artikel ini.

Akhir kata sebelum masegi menutup artikel ini, masegi berterimakasih untuk wanita-wanita yang terus menjunjung tinggi emansipasi wanita diera modern ini khusunya kepada ibu masegi yang telah rela berjuang untuk membesarkan anaknya hingga saat ini, mungkin tanpa beliau masegi bukanlah siapa-siapa, tetapi dengan tekad dan perjuangan seorang ibu kita masih bisa berdiri tegak untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Jadi mulai sekarang kalian harus terus menyayangi seorang ibu bagaimanapun keadaannya,meskipun kalian sering dimarahi oleh ibu, masegi yakin marahnya seorang ibu itu adalah rasa sayang kepada anaknya. Jika ibu mu masih ada maka buatlah bangga dengan membuat senyum di wajahnya tetapi jika ibumu sudah tidak ada maka kirimlah doa yang terbaik untuknya.

Jika ada yang tersinggung dengan artikel ini, masegi mohon maaf sebesar-besarnya karena bukan maksud untuk menyinggung golongan tertentu tapi tulisan ini dibuat untuk mengintropeksi wanita-wanita yang sudah tidak menjunjung tinggi emansipasi wanita.
Terimakasih.

0 Response to "Hari Kartini Bukan Untuk Wanita Sosial di Era Modern"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel